Wujudkan Sekolah Literasi, SMK Negeri Campalagian Gelar Workshop “Dari Kata Menjadi Karya”

Panyingkul – Mempertegas komitmen sebagai calon pionir sekolah literasi di Sulawesi Barat, UPTD SMK Negeri Campalagian menggelar Workshop Penerapan Model Pembelajaran Abad 21 melalui Kegiatan Literasi pada Sabtu (24/1/2026). Mengangkat tema filosofis “Dari Kata Menjadi Karya, Dari Baca Menjadi Bijak”, kegiatan ini merupakan langkah konkret sekolah dalam mendukung program Mandarras yang digagas oleh Gubernur Sulawesi Barat, Dr. Suhardi Duka. Selain itu, workshop ini menjadi tindak lanjut dari kick-off program Mandarras yang telah dilaksanakan dua bulan lalu di sekolah tersebut. Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah ini menghadirkan tiga narasumber kompeten yang mengupas tuntas dunia literasi dari berbagai sudut pandang: Muhammad Munir (Penulis & Budayawan): Membuka sesi materi dengan pemaparan mendalam mengenai urgensi literasi di era digital. Adi Arwan Alimin (Penulis & Akademisi): Memberikan materi teknis mengenai tata cara menulis, trik menembus blokade ide, serta motivasi kuat untuk konsisten berkarya. Tammalele (Aqba Lele) (Budayawan): Bertindak sebagai pemantik diskusi sekaligus memberikan suntikan motivasi bagi para guru untuk menghidupkan roh budaya dalam tulisan. Acara dipandu oleh Abrianto Yasin, S.Pd.Gr., Guru Bahasa Indonesia yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Panitia. Suasana workshop terasa hidup; meski materi disampaikan secara serius, keluwesan para pemateri membuat diskusi mengalir santai namun tetap berisi. Sebagai bentuk implementasi langsung, para peserta yang terdiri dari guru-guru SMK Negeri Campalagian tidak hanya sekadar mendengar. Di akhir sesi, mereka diberikan tugas khusus untuk membuat sebuah karya cerpen dengan judul “Mengapa Saya Menjadi Guru”. Kepala UPTD SMK Negeri Campalagian, Bapak Rasjuddin, S.Pd.I., MM., saat membuka acara menyatakan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia dan narasumber. “Kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah upaya kolektif kita untuk menjadikan SMK Negeri Campalagian sebagai ikon sekolah literasi di Sulawesi Barat. Kita ingin guru-guru tidak hanya mengajar, tapi juga mampu menuangkan pengalaman batinnya dalam bentuk karya,” ujar Rasjuddin. Senada dengan Kepala Sekolah, Ketua Panitia Abrianto Yasin berharap workshop ini menjadi pemantik budaya menulis yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa literasi adalah kunci dalam menerapkan model pembelajaran abad 21 yang menuntut kreativitas dan daya kritis. Melalui workshop ini, SMK Negeri Campalagian membuktikan bahwa semangat Mandarras terus berdenyut, bergerak dari sekadar membaca menuju aksi nyata menghasilkan karya yang bijak.

    Comments

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    WordPress Appliance - Powered by TurnKey Linux